• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Selasa, 01 Juli 2014

Sejarah Perkembangan Kota Tua Jakarta

A.     Kota Tua Jakarta

1.     Letak Geografis
Kota Tua Jakarta terletak di Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari Kotamadya Jakarta Barat. Saat ini, kawasan Kota Tua berada di dua wilayah kotamadya, yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kota Tua sebagai cikal bakal Jakarta, tentunya menyimpan banyak cerita di balik megahnya bangunan (tua) cagar budaya peninggalan masa lalu dari zaman kolonial Belanda.

Kota Tua Jakarta, daerahnya berbatasan sebelah utara dengan Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kalapa dan Laut Jawa, sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Jembatan Batu dan jalan Asemka, sebelah Barat berbatasan dengan Kali Krukut dan sebelah Timur berbatasan dengan Kali Ciliwung.

Kota Tua Jakarta di masa lalu merupakan kota rebutan yang menjadi simbol kejayaan bagi siapa saja yang mampu menguasainya. Tak heran jika mulai dari Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda –Pajajaran, Kesultanan Banten –Jayakarta, Verenigde Oost-indische Compagnie (VOC), Pemerintah Jepang, hingga kini Republik Indonesia melalui Pemerintah DKI Jakarta, terus berupaya mempertahankannya menjadi kota nomor satu di negara ini.

2.      Latar Belakang Sejarah
Sejarah Kota Tua Jakarta dimulai dari sebuah pelabuhan yang kini dikenal sebagai Sunda Kalapa. Pelabuhan ini pernah dikenal berbagai bangsa di dunia sebagai pelabuhan dagang internasional termegah di Asia Tenggara. Fa Hsien pengelana Cina pada abad ke-5 M menceritakan bahwa di bentangan Teluk Jakarta terdapat sebuah wilayah kekuasaan yang disebut “To-lo-mo” atau Tarumanegara.[1] Hal ini juga terdapat di dalam kronik Dinasti Tang yang menyebutkan tentang kedatangan utusan-utusan kerajaan To-lo-mo (penyebutan orang-orang Cina terhadap Ta-ru-ma) pada tahun 525, 528, 666 dan tahun 669 M ke negeri Cina. To-lo-mo disamakan dengan ucapan lidah orang-orang Cina untuk negeri Ta-ru-ma atau Tarumanegara.

Sagimun (1988:34) juga menjelaskan, bahwa kerajaan Taruma-negara atau Taruma berasal dari kata tarum, yaitu sejenis tumbuh-tumbuhan yang daunnya dibuat nila, yakni bahan cat biru dari daun tarum (indigofera). Nila sering digunakan untuk mewarnai kain atau sejenisnya. Kata tarum juga dipergunakan sebagai nama sungai di Jawa Barat, yaitu Citarum. Jika kita perhatikan secara geografis, maka letak kerajaan Tarumanegara itu memang terletak di aliran Citarum.[2]

Kerajaan Tarumanegara dengan rajanya yang terkenal, Purnawarman, wilayah kekuasaannya meliputi kawasan Jakarta, Bekasi, Banten, dan Citarum. Hal ini dapat di ketahui dari tujuh buah prasasti yang ditemukan di kawasan Bogor, Banten dan Jakarta, yakni prasasti Ciaruteun, Jambu, Kebon Kopi, Muara Cianteun, Lebak, dan prasasti Tugu[3]. Prasasti yang terakhir inilah yang paling banyak memberikan keterangan dan petunjuk mengenai kerajaan Hindu tertua di pulau Jawa, yaitu Tarumanegara.

Prasasti Tugu ditemukan pada tahun 1878 di Kampung Batu Tumbuh, Desa Tugu, Kelurahan Semper, Kecamatan Cilincing, sebelah Tenggara Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada 1910, prasasti ini dipindahkan ke Museum Pusat[4] (Kini Museum Nasional/ Museum Gajah), dan replica-nya masih dapat kita saksikan di Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.

Setelah Raja Purnawarman wafat, tidak diketahui siapa pengganti baginda. Selama beberapa abad kerajaan Tarumanegara seolah hilang begitu saja dan kerajaan ini mengalami masa kegelapan di dalam sejarah. Hal ini karena tidak ada satupun sumber sejarah (seperti prasasti atau batu bertulis) yang menceritakan tentang aktivitas kehidupan manusia di Jawa Barat setelah Tarumanegara mengirimkan utusannya yang terakhir pada 669 M ke negeri Cina.

Rupanya kerajaan Tarumanegara telah dikalahkan oleh suatu kekuasaan luar. Namun, tidak mungkin seluruh rakyatnya musnah dan lenyap begitu saja dari permukaan bumi. Ada dugaan kuat, bahwa kerajaan Tarumanegara dihancurkan oleh kerajaan Sriwijaya (yang pusatnya di Palembang). Hal ini dapat diketahui dalam prasasti Keduken Bukit, Kota Kapur dan Prasasti Palas Pasemah di Lampung.
Pada tahun 686 M, Sriwijaya melaksanakan ekspedisi militernya ke Bhumijawa. Hal ini tercantum di dalam prasasti Kota Kapur yang berangka tahun saka 608 atau tahun 686 M. Di dalam prasasti ini diceritakan pula bahwa Bhumijawa tidak mau tunduk kepada kerajaan Sriwijaya. Oleh karena itu, kerajaan Sriwijaya mengirimkan tentaranya untuk menyerang dan menghukum Bhumijawa.

Dugaan ini semakin kuat bahwa Bhumijawa yang dimaksud di dalam prasasti Kota Kapur itu jelas adalah Tanah Jawa atau Pulau Jawa. Kerajaan atau  negeri yang letaknya di Bhumijawa dan berdekatan dengan kerajaan Sriwijaya pada waktu itu adalah kerajaan Tarumanegara. Maka sangat dimungkinkan kerajaan Tarumanegara diserang dan dihancurkan oleh kerajaan Sriwijaya.[5]

Beberapa abad kemudian, (pelabuhan) Tarumanegara dikenal sebagai pelabuhan Kalapa. Karena berada di bawah penguasaan Kerajaan Sunda –Pajajaran, maka kemudian bernama Sunda Kalapa[6] yang terletak di muara sungai Ciliwung. Hal ini didasarkan atas keterangan di dalam prasasti Batu Tulis yang ditemukan pada 15 Juni 1960.

Penjelasan mengenai pelabuhan Sunda Kalapa ini juga diperkuat oleh keterangan seorang pelaut Belanda Jan Huygen van Linschoten, yang menemukan rahasia-rahasia perdagangan dan navigasi bangsa Portugis, dalam karyanya Itinerario, Lincshoten mengungkapkan bahwa “pelabuhan utama di pulau ini (jawa) adalah Sunda Calapa. Di tempat ini didapati sangat banyak lada yang bermutu lebih tinggi daripada lada India atau Malabar...”[7]

Kerajaan Sunda –Pajajaran diperkirakan muncul pada abad ke-14 dan pusat pemerintahannya terletak di Pakuan, Bogor. Rajanya yang terkenal ketika itu adalah Sri Baduga Maharaja. Menurut Baros, seorang pengelana Portugis, jumlah penduduk kerajan Sunda Pajajaran berkisar 100.000 jiwa. Baros, juga menambahkan, bahwa penduduk yang bermukim di Sunda Kalapa ketika itu kurang lebih 10.000 jiwa.[8]

Pelabuhan Sunda Kalapa merupakan salah satu dari enam pelabuhan penting di bawah penguasaan kerajaan Sunda Pajajaran yang ramai dikunjungi pedagang-pedagang lokal dan internasional terutama dari negeri Cina. Pelabuhan-pelabuhan itu antara lain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tanara, Cimanuk dan Kalapa atau Sunda Kalapa.

Pelabuhan Kalapa atau Sunda Kalapa merupakan pelabuhan yang letaknya paling strategis. Pelabuhan ini mencuat pada abad ke-14 dan semakin terkenal di awal abad ke-16.[9] Dimana ketika itu orang-orang Portugis di Malaka telah menjalin kerjasama perdagangan dan pertahanan dengan penguasa Sunda Kalapa pada 21 Agustus 1522 yang diwujudkan ke dalam prasasti Padrao (baca: Padrong).
Sementara itu di tempat lain, di sebelah Barat Kerajaan Sunda telah muncul Kesultanan Banten serta di sebelah Timur-nya telah muncul pula Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon yang ternyata juga sangat berminat terhadap Pelabuhan Sunda Kalapa yang ramai itu.
Akhirnya, pada 22 Juni 1527,[10] Kesultanan Demak, Cirebon dan Banten bersatu di bawah pimpinan Fatahillah menyerbu Sunda Kalapa yang secara cepat berhasil merebut dan menguasai Sunda Kalapa. Bangsawan asal Sumatera sekaligus menantu dari Sultan Trenggono –penguasa Demak ini, kemudian mengganti nama Sunda Kalapa yang baru direbutnya itu, menjadi pelabuhan “Jayakarta” yang berarti kemenangan sempurna,[11] atau kemenangan yang gilang gemilang.

Fatahillah, kemudian diangkat menjadi bupati Jayakarta, yang secara hierarkis bertanggung jawab kepada Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, wali yang berkedudukan di Cirebon. Setelah Sunan Gunung Jati wafat pada 1568, putranya Maulana Hasanudin menjadi Sultan berdaulat di Banten dan Jayakarta menjadi wilayah vasal dari kesultanan Banten.
Penguasaan Jayakarta berlangsung dari 1527 hingga 1619 yang berakhir ketika orang-orang Belanda di bawah bendera VOC[12] pimpinan Jan Pieterszoon Coen[13] berhasil menaklukan Jayakarta dan mengusir Pangeran Ahmad Jakarta beserta pasukannya ke hutan Jati hingga wafat dan dikubur di sana.[14]

JP. Coen dengan bebasnya menghancurkan keraton dengan seluruh isinya dan mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Di bawah penguasaannya, Batavia akan dijadikan ibukota suatu kerajaan perdagangan raksasa dari Tanjung Harapan sampai Jepang dengan orang Belanda yang memonopolinya. Ia juga membangun galangan kapal dan rumah sakit, berbagai rumah penginapan dan toko, dua buah gereja di (dalam dan di luar benteng) Batavia.

Ternyata, tidak semua mimpi JP. Coen membuahkan hasil. Sang pendiri Batavia ini terlampau dianggap kontroversial serta bahkan oleh sejarawan kolonial abad ke-20, JA. Van Den Chijs dikatakan bahwa “namanya selalu berbau darah”.[15] Namun, terlepas dari semua itu, pada ulang tahun Batavia ke-250 (1869) di Waterlooplein (Lapangan Banteng), dibangun patung JP.Coen yang berpose gaya Napoleon. Namun, sayang pada masa Jepang patung tersebut dilebur menjadi logam tua.[16]

Pusat Kota Batavia terletak di bekas Balai Kota yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta/ Museum Fatahillah. Bangunan bertingkat dua yang menjadi pusat kota dan pemerintahan VOC se-Asia tenggara itu diselesaikan pada tahun 1712. Namun, dua tahun sebelumnya telah diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham Van Riebeeck (1653-1713).[17] Tentang bangunan itu sendiri sebetulnya merupakan Balai Kota kedua dari Balai Kota pertama yang lebih kecil, sederhana dan didirikan pada tahun 1620, tapi hanya bertahan selama beberapa tahun saja.

Kegiatan-kegiatan di dalam Balaikota sangat beragam, selain mengurus masalah pemerintahan juga mengurus masalah perkawinan, catatan sipil, peradilan, tempat hukuman mati, dan perdagangan sehingga dahulu masyarakat mengenalnya sebagai “Gedung Bicara”. Kemudian, Balai Kota ini juga menjadi penjara yang sangat menyeramkan, karena banyak para tahanan yang mati sebelum dijatuhkannya hukuman. Di samping itu juga Balai Kota digunakan sebagai pusat milisi atau Schutterij dari tahun 1620-1815 yang dikomandani oleh seorang ketua Dewan Kota Praja.

Pada bulan Agustus 1816, Balai Kota menjadi tempat peristiwa bersejarah bahwa Sir John Fendall mengembalikan Hindia kepada Belanda, sehingga berakhirlah pemerintahan sementara Inggris (1811-1816). Pada tahun 1925 gedung Balai Kota ini menjadi kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat sampai Perang Dunia II. Pemerintah Kota Praja Batavia pindah ke tempatnya di Medan Merdeka selatan di samping gedung bertingkat Pemerintah DKI Jakarta sekarang.

Seusai Perang dunia II, gedung Balai kota itu dipakai sebagai Markas tentara (Kodim 0503). Sewaktu Ali Sadikin menjadi gubernur, gedung dipugar dengan sangat baik, dan sejak 1974 menjadi Museum Sejarah Jakarta. Sementara itu, bentuk kota Batavia awal direncanakan sesuai dengan kebiasaan Belanda, dengan jalan-jalan lurus dan parit-parit. Pengembangan kota ini pun tidak surut walaupun pada tahun 1628 dan 1629 kota Batavia dikurung tentara Mataram.

Sepeninggal JP. Coen (1629), perkembangan kota makin pesat di bawah Gubernur Jendral Jacques Specx. Kali besar yang semula berkelok diluruskan menjadi parit terurus dan lurus menerobos kota. Kastil atau benteng yang adalah tempat kediaman dan kantor pejabat tinggi pemerintah VOC di keempat kubunya ditempatkan meriam serta tentara untuk menjaga kediaman pejabat tinggi itu serta barang-barang berharga yang tersimpan dibalik tembok kuatnya.

Di seberang Kali Besar dan kubangan yang menjorok ke barat laut, didirikan Bastion Culemborg untuk mengamankan pelabuhan Batavia. Bastion atau kubu ini sekarang masih ada. Pada tahun 1839 Menara Syahbandar didirikan didalamnya. Di belakang tembok kota, yang mulai berdiri dari Culemborg lalu mengelilingi seluruh kota sampai tahun 1809, dibangun berbagai gudang di tepi barat (pertengahan abad ke-17). Gudang-gudang ini dipakai untuk menyimpan barang dagangan seperti pala, lada, kopi dan teh. Sebagian besar gudang penting ini sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.

Lebih tua dari semua gudang tersebut adalah Compagnies Timmer Er Scheepswerf (Bengkel Kayu dan Galangan Kapal Kumpeni). Tanah tempat Museum Bahari berdiri pada waktu galangan ini mulai beroperasi masih merupakan rawa-rawa dan empang. Galangan kapal sudah berfungsi di tempat sekarang ini juga sejak tahun 1632, di atas tanah timbunan di tepi barat Kali Besar. Sampai penutupan Ciliwung di Glodok (1920), Kali Besar ini menyalurkan air Ciliwung ke Pasar Ikan. Tetapi, kini air Kali Krukut sajalah yang mengalir melalui Kali Besar.
Tentang Kali Besar ini, hingga awal abad ke-18 merupakan daerah elit Batavia. Di sekitar kawasan ini juga dibangun rumah koppel yang dikenal kini sebagai Toko Merah dikarenakan balok, kusen dan papan dinding didalamnya di cat merah. Rumah ini di bangun sekitar tahun 1730 oleh G. Von Inhoff sebelum ia menjabat gubernur jenderal.[18] Pada abad ke-18 ini pula, Batavia menjadi termasyhur sebagai Koningin Van Het Oosten (Ratu dari Timur), karena bangunannya dan lingkungan kotanya demikian indah bergaya Eropa yang muncul di benua tropis.

Namun, pada akhir abad ke-18 citra Ratu dari Timur itu menurun drastis. Willard A. Hanna dalam bukunya “Hikayat Jakarta” mencatat, bahwa kejadian itu diawali oleh gempa bumi yang begitu dahsyat. Malam tanggal 4-5 November 1699, yang menyebabkan kerusakan besar pada gedung-gedung dan mengacaukan persediaan air dan memporak-porandakan sistem pengaliran air di seluruh daerah. Gempa itu disertai letusan-letusan gunung api dan hujan abu yang tebal, yang menyebabkan terusan-terusan menjadi penuh lumpur. Aliran sungai Ciliwung berubah dan membawa sekian banyak endapan ke tempat dimana sungai itu mengalir ke laut, sehingga kastil yang semula berbatasan dengan laut seakan-akan mundur sekurang-kurangnya 1 kilometer ke arah pedalaman.

Untuk menanggulangi berbagai masalah penyaluran air dan guna membuka daerah baru di pinggiran kota, pihak VOC Belanda telah mengubah sistem terusan yang ada secara besar-besaran. Pembukaan terusan baru yang penting tepat di sebelah Selatan kota pada tahun 1732. Jatuh bersamaan waktunya dengan wabah besar pertama suatu penyakit, yang sekarang diduga adalah mal-aria (malaria), suatu bencana baru bagi penduduk kota yang berulang kali menderita disentri dan kolera (pada zaman itu belum diketahui).

Pada tahun 1753 Gubernur Jenderal Mossel atas nasehat seorang dokter menganjurkan supaya air kali dipindahkan dari tempayan ke tempayan dengan membiarkan kotorannya mengendap sampai tampak bersih, lalu tidah usah dimasak. Sampai akhir abad ke-19 banyak orang tak peduli dan minum air Ciliwung begitu saja.

Hampir tidak dapat dibayangkan betapa tidak sehatnya daerah kota dan sekitarnya pada abad ke-18. Orang-orang kaya memang mampu meninggalkan rumah mereka di Jalan Pangeran Jayakarta dan pindah ke selatan, ke kawasan Jalan Gajah Mada dan Lapangan Banteng sekarang. Tetapi tidak demikian halnya dengan orang miskin, sehingga bahkan tidak mampu lagi untuk dikubur di pekuburan budak-belian, di lokasi yang kini menjadi tempat langsir Stasiun Kota di sebelah utara Gereja Sion. Karena itu pula, Batavia di akhir abad ke-18 mendapat julukan baru sebagai Het graf der Hollander (kuburan orang Belanda).

Akibat berikutnya, sesudah 1798 banyak gedung besar di dalam kota juga kampung lama para Mardijker yang digunakan sebagai ‘tambang batu’ untuk membangun rumah baru di daerah yang letaknya lebih selatan. ‘Tambang Batu’ ini terjadi karena begitu banyak orang susah mendapatkan makanan dan karena wilayah di selatan kota tengah dibangun, maka orang-orang miskin kala itu banyak yang menggugurkan rumah dan menjual bebatuannya untuk memperoleh makanan. John Crawfurd dalam bukunya Descriptive Dictionary of The Indian Islands and Adjacent Countries (London, 1856) menuliskan :
“Orang Belanda tidak memperhatikan perbedaan sekitar 45 derajat garis lintang, waktu mereka membangun sebuah kota menurut model kota-kota Belanda. Apalagi kota ini didirikan pada garis lintang enam derajat dari khatulistiwa dan hampir pada permukaan laut. Sungai Ciliwung yang dialirkan melalui seluruh kota dengan kali-kali yang bagus, tak lagi mengalir karena penuh endapan. Keadaan ini menimbulkan wabah malaria, yang terbawa oleh angin darat bahkan ke jalan-jalan di luar kota. Akibatnya, meluaslah penyakit demam yang mematikan. Keadaan ini makin parah selama 80 tahun -sesudah Batavia didirikan, oleh serentetan gempa bumi hebat yang berlangsung pada tanggal 4-5 November 1699. Gempa tersebut menyebabkan terjadinya gunung longsor, tempat pangkal sumber air ini. Aliran airnya terpaksa mencari jalan baru dan banyak lumpur terbawa arus. Tak pelak lagi, kali-kali di Batavia bahkan tanggul-tanggulnya penuh dengan lumpur. Penanggulangan keadaan buruk itu baru dilaksanakan waktu pemerintahan Marsekal Daendels pada zaman Perancis tahun 1809 (zaman Perancis sesungguhnya hanya berlangsung dari bulan Februari sampai Agustus 1811). Penanggulangan tersebut diteruskan sampai pada 1817 di bawah pemerintahan Belanda yang ditegakkan kembali. Banyak kali di timbun dan kiri-kanan sungai dibentengi tanggul sampai sejauh satu mil masuk teluk. Operasi yang dilanjutkan oleh para insinyur yang cakap, berhasil menormalkan arus sungai tersebut. Sesudahnya Batavia tidak sehat daripada kota pantai tropis manapun. Bagian kota yang baru atau pinggiran kota tidak pernah mempunyai reputasi jelek”.[19]

Sementara itu, pada 09 Mei 1821 Bataviasche Courant melaporkan, bahwa 158 orang meninggal akibat kolera di Kota dan tiga hari kemudian 733 korban lagi di seluruh wilayah Batavia. Rumah sakit masih sangat jelek dan hanya orang-orang yang sangat kuat saja yang dapat meninggalkan bangsal rumah sakit dalam keadaan hidup.

Tragedi ini menjadi akhir kisah Oud Batavia dan menjadi awal pembentukan Nieuw Batavia (Batavia Baru) di tanah Weltevreden (kini sekitar Gambir dan Monas). Inilah tragedi mengerikan tentang sebuah kota akibat kegagalan penduduknya dalam mengelola lingkungan. Akankah tragedi ini terulang? Semua bergantung pada kearifan kita dalam memahami alam lingkungan yang serba terbatas di hadapan nafsu manusia yang kerap melampaui batas sewajarnya.

VOC hanya bertahan hingga 1799,[20] setelah itu pemerintahan Nederlansche Indie (Hindia Belanda) di ambil alih langsung oleh Kerajaan Belanda. Di bawah penguasaan langsung dari Kerajaan Belanda, pada pertengahan abad ke-19, kawasan Nieuw Batavia ini berkembang pesat. Banyak bangunan-bangunan berarsitektur indah menghiasi kawasan ini.

Pada 1942 tentara Jepang berhasil mengambil alih kekuasaan Kerajaan Belanda atas Batavia dan mengganti namanya menjadi Jakarta begitu pun Pelabuhan Batavia digantinya menjadi Pelabuhan Jakarta.[21] Pada periode ini banyak bangunan peninggalan Belanda yang diratakan dengan tanah. Salah satunya Amsterdam Poort yang terletak di jalan Cengkeh sekarang. Untung saja Jepang berkuasa tidak lebih dari tiga tahun, tepat pada pada 17 Agustus 1945, Hindia Belanda di Proklamasikan rakyat Indonesia dan Jakarta namanya diabadikan sebagai ibukota dari Republik Indonesia.

3.      Pentingnya Pelestarian Kota Tua Jakarta
Dengan latar belakang sejarah yang begitu panjang, maka sangat layak jika kemudian daerah bekas kekuasaan berbagai kerajaan dan negara itu kita sebut sebagai Kota Tua. Sebagai Kota yang tua (lama), sudah tentu banyak menyimpan bangunan-bangunan (tua) sisa peninggalan para pendahulu yang bernilai sejarah, arsitektur dan arkelologis dari beberapa zaman yang berbeda.

Untuk melestarikannya, pemerintah DKI Jakarta melindungi bangunan-bangunan tersebut berdasarkan Undang-Undang Monumenten Ordonantie No.19 tahun 1931, (Staatsblad Tahun 1931 No. 238), yang telah diubah dengan Monumenten Ordonantie No. 21 Tahun 1934 (Staatsblad Tahun 1934, No. 515).[22] Upaya ini tak lepas dari peran dan ide sang Gubernur Jakarta ketika itu, yakni Ali Sadikin (1966-1977) tatkala dirinya banyak berkunjung ke Eropa saat menjabat sebagai Deputy Menteri Panglima Angkatan Laut sebelum menjadi gubernur.

Bang Ali (panggilan akrab Ali Sadikin), segera merealisasikan ide dan gagasannya itu dengan berlandaskan pada Undang-Undang di atas ke dalam SK Gubernur No.Cb. 11/1/12/1972 tanggal 10 Januari 1972 yang pada intinya berisi penetapan tentang pemugaran bangunan, penetapan daerah khusus yang dilindungi karena bernilai sejarah dan arsitektur.

Upaya ini sempat terhenti selama lebih dari 20 tahun, dan dinilai perlu untuk menetapkan pengaturan benda-benda cagar budaya dengan mengeluarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB) yang setahun kemudian direalisasikan oleh Pemda DKI Jakarta dengan mengeluarkan SK Gubernur No.Cb. 475 Tahun 1993 yang isinya menetapkan Bangunan-Banguan Bersejarah dan Monumen di DKI Jakarta dilindungi sebagai bangunan cagar budaya (BCB) oleh pemerintah.

Benda Cagar Budaya seperti yang dimaksud di dalam undang-undang tersebut adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak, yang merupakan kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisanya, yang berusia sekurang-kurangnya 50 tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Semua benda cagar budaya, yang terdapat di wilayah hukum Republik Indonesia, dikuasai oleh negara.

Asep Kambali, pemerhati Kota Tua Jakarta mengatakan bahwa di Jakarta terdapat lebih dari 216 bangunan cagar budaya (BCB) yang dilindungi berdasarkan SK Gub. No. 475/1993 yang diantaranya itu hampir 75% kondisinya sangat mengkhawatirkan.[23]  Hal ini menjadi bukti bahwa warga Jakarta belum memiliki perhatian dan kepedulian terhadap potensi kotanya sendiri. Ini juga disinyalir sebagai rendahnya kesadaran sejarah dan budaya warga kota metropolitan tersebut.


4.      Potensi yang terabaikan
Kini, kawasan Kota Tua Jakarta sedang dibenahi Pemda DKI Jakarta dalam suatu proyek revitalisasi. Namun, berdasarkan pengamatan penulis, sangat disayangkan proyek tersebut baru serius dikerjakan ketika terdapat beberapa bangunan-banguan (tua) cagar budaya telah hancur dan kondisinya sangat memprihatinkan. Jembatan Kota Intan yang dibangun 1628 misalnya, kini diambang roboh karena kondisinya telah rapuh. Ditambah lagi beberapa bangunan lain seperti seperti Museum Bahari yang atapnya roboh pertengahan tahun 2006 lalu; Gedung Cipta Niaga yang dibangun sekitar 1910-an, kini kondisi atapnya telah roboh; gedung Kota Bawah yang semakin hari semakin merana, dan sebagainya yang itu semua teramati secara jelas oleh Peneliti ketika melakukan observasi ke daerah Kota Tua Jakarta.

Gedung-gedung tersebut merupakan saksi sejarah yang seharusnya dipelihara, dilestarikan dan dimanfaatkan sebagi potensi pariwisata yang bermanfaat ekonomis dan sosial. Namun, sejak pemerintah memfokuskan pembanguan ke kawasan “segitiga emas” Jl. Sudirman, Jl. MH. Thamrin dan Jl. HR. Rasuna Said, kawasan Kota Tua sepertinya dilupakan oleh pemerintah lebih dari 30 tahun sejak Bang Ali menetapkan Kota Tua Jakarta sebagai kawasan cagar budaya yang dilindungi.

Salah satu proyek revitalisasi yang gencar dilakukan dan kini tersendat adalah Proyek Tunel (Tempat Penyeberangan Orang Bawah Tanah –TPO BT) yang menghubungkan Museum Bank Mandiri dengan Stasiun BeOS –Jakarta Kota. Proyek itu sangat kontroversial karena kabarnya tidak melibatkan sejarawan dan arkeolog dalam pelaksanaanya. Kabarnya proyek ini melanggar SK Gub. No.475/1993, dan berdasarkan SK tersebut, proyek ini layak jika disebut sebagai Archeological Crime. Hal ini disebabkan proyek tidak dihentikan ketika banyak ditemukannya artefak-artefak dari dalam tanah pada proyek tersebut.[24]

Proyek yang lain adalah Pembangunan Predestrian (trotoar) Jalan Pintu Besar Utara sepanjang 300 meter. Proyek ini walaupun telah selesai, kabarnya juga kontroversial. Konsep yang di kerjakan oleh arsitek kenamaan Budi Liem, juga mengundang kritik banyak pihak seperti ahli tata ruang kota, Marco Kusumawidjaja.[25]

Kedua proyek di atas, sebenarnya adalah untuk mendukung Revitalisasi Kota Tua yang sudah hampir 30 tahun tersendat. Namun, perlu digarisbawahi, hal yang paling penting adalah bahwa ini tak terlepas dari upaya bagaimana sesungguhnya menumbuhkan penghargaan, kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kawasan Kota Tua Jakarta.

Pemerintah jujur mengakui, bahwa generasi muda kita saat ini kurang begitu suka berkunjung ke museum atau pun ke Kota Tua Jakarta.[26] Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran sejarah dan budaya masyarakat Jakarta terhadap kotanya. Belajar sejarah merupakan sesuatu yang membosankan, apa lagi berkunjung ke museum  yang sama sekali belum menjadi habbit (kebiasaan). Betapa tidak, pilihan diluar museum lebih manjanjikan dan menyenangkan, seperti mall, toserba, bioskop 21, atau tempat-tempat hiburan lain ketimbang museum dan Kota Tua. Selain akses lalulintas yang saban hari macet, keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi taruhan. Upaya ini memang harus menyeluruh dan sinergi berbagai pihak sangat diperlukan.

5.      Yang Masih Tersisa
Bagi warga ibukota, Kota Tua Jakarta merupakan tempat yang ‘asing,’ menyulitkan dan sekaligus menakutkan. Kehidupan malam atau siang di kawasan ini dikenal sangat crowded. Bagi yang baru pertama kali ke daerah Kota, disarankan untuk tidak pergi sendirian, apalagi jika seorang perempuan. Tetapi sangat berbeda bagi Komunitas Historia dan para penggemarnya, malam atau siang tetap saja menyenangkan, karena di kawasan ini terdapat banyak sekali bangunan tua dari jaman Belanda yang menjadi tempat belajar sejarah dan jalan-jalan santai yang menantang dan menyenangkan. Di kawasan Kota Tua Jakarta terdapat bebeberapa bangunan (tua) cagar budaya seperti gedung Stasiun BeOS[27] yang dibangun pada 1925; gedong Factorij Nederlandshe Handel Matshappij (NHM) yang dibangun tahun 1929 –kini Museum Bank Mandiri; gedung Stadhuis VOC (1707) –kini Museum Sejarah Jakarta; Pelabuhan Sunda Kalapa (1527); Jembatan Kota Intan (1628); de Javasche Bank (1828) –kini Museum Bank Indonesia; Toko Merah (1730); kawasan glodok sebagai perkampungan orang-orang Cina di Batavia (1740); daerah Pekojan sebagai kampungnya orang Arab di Batavia; Gereja Sion (1695) yang dahulu dikenal sebagai De Nieuwe Portugeesche Buiten Kerk; area bekas Gudang VOC Sisi Barat (Westijzsche Pakhuiszen)  yang dibangun 1652 –kini Museum Bahari, dan bangunan bekas Gudang Kayu di belakang Museum Bahari sebagai penunjang galangan kapal di Batavia, serta beberapa bangunan lain yang kondisinya sangat megah dan indah, tetapi mengkhawatirkan.[End]

Membuat effect khusus dengan adobe after effect

A. Langkah-langkah
1. Menyiapkan bahan dan project
Buat Project baru (File > New > New Project) dengan Composition Setting Medium 320X240 (Composition > New Composition). Kemudian Import beberapa file (file > import > file) Final baloons.avi
2. Integrasi ke timeline
Drag item yang sudah dimport ke timeline kemudian atur ukuran gambar agar tidak terlalu besar. Dan buatlah sebuah layer solid dengan cara pilih layer new solid, akan muncul jendela solid footage settings tekan tombol make comp size lalu OK.
Pastikan layer solid berada diatas Final baloons.avi
3. Menambahkan efek Hujan pada layer solid
Tambahkan effect hujan pada layer tersebut dengan cara pilih Effect > Final Effect > FE Rain

Buka segitiga yang ada pada layer solid pada timeline dengan cara klik segitiga tersebut
Buka segitiga transform cari Opacity lalu atur sampai 50% Lakukan test play dengan menggunakan RAM Preview
4. Menambahkan efek Petir pada layer solid
Tambahkan layer solid baru dengan cara pilih layer new solid.
Tambahkan effect Petir pada layer tersebut dengan cara pilih Effect > Render > Advanced Lightning , maka akan muncul effect petir pada layar composition

Buka segitiga yang ada pada layer solid pada timeline dengan cara klik segitiga tersebut
Buka segitiga effect juga dan cari Origin dan Direction. Klik icon jam pada Origin dan Direction
Atur letak Origin dan Direction berbeda-beda setiap 2 second pada timeline. Lakukan test play dengan menggunakan RAM Preview
5. 5. Menambahkan efek Cahaya pada layer solid
Tambahkan layer solid baru dengan cara pilih layer new solid
Tambahkan effect Cahaya pada layer tersebut dengan cara pilih Effect > Render > Lens Flare , maka akan muncul effect Cahaya pada layar composition

Buka segitiga yang ada pada layer solid pada timeline dengan cara klik segitiga tersebut
Buka segitiga Transform dan cari Opacity , lalu kurangi hingga 50%
Selanjutnya klik juga icon segitiga pada effect > Lens Flare , lalu cari Flare Center
Klik icon jam pada Flare Center, lalu ubah letak Flare Center disetiap 2 detik yang berbeda pada timeline. Lakukan test play dengan menggunakan RAM Preview

Mohammad Ali Syarief (ALIANDO SYARIEF)

Nama                        :  Mohammad Ali Syarief
TTL                           :  Jakarta, 26 Oktober 1996
Agama                       :  Islam
Hoby                          :  Main drum, bola, komputer, nyanyi
Makanan Favorite      : Rendang, ayam gulai, roti, daging, pecel ayam
Minuman Favorite      : Es jeruk, Jus alpukat, teh es, air putih
Games Favorite         :  Left 4 Dead , Call of Duty
Film Favorit               : Saw, Saw2, Saw3, saw6, Saw7, Click, Ip man1/2, Zombie, Garuda di dadaku 2
Penyanyi Favorite      : Eric Martin, Bruno Mars, Maria Carey,  Novi
Pemain Bola Favorite : Messi, Maradona, Drogba, CR, Ronaldinho, Eric.c, Pele, Fabregas
Musik Favorite           : Rock, Moderent Rock, Poprock, R&B, Jazz, Slow
Club Sepak Bola Favorite :  BARCA , CHELSEA ,AC MILAN ,REAL MADRID , MU, INTERMILAN
Sekolah                      : TK AISYAH, TK ALHUSNA, SD ALHUSNA,  SMP MARTIA BAKTI

Profil Aliando, cowok keren ini adalah artis pendatang baru di dunia hiburan tanah air khususnya dunia sinetron. Aliando memiliki darah Arab dari ayahnya yang asli orang Arab. Itulah sebabnya wajahnya terlihat ganteng hasil perpaduan Indonesia - Arab. Oleh karena itu banyak remaja putri yang ngefans banget sama Aliando Syarief. Aliando kini sedang syuting sinetron Ibrahim Anak Betawi yang akan segera tayang di SCTV.

Aliando syarief

foto Aliando syarief

Yups demikianlah Biodata Aliando lengkap yang bisa mimin sampaikan kepada kalian semua. Semoga bermanfaat bagi yang mencari Biodata Aliando Syarief maupun Foto Aliando Syarief.

Kamis, 26 Juni 2014

PRINSIP DEMOKRASI INDONESIA

Ahmad Sanusi mengutarakan 10 pilar demokrasi konstitusional indonesia menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 :
1.Demokrasi yang berketuhanan yang maha esa artinya seluk baluk sitem perilaku edalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas,konsistenatau sesuaidengan nilai-nilai dan kaidah dasar ketuhanan yang maha esa.
2.Demokrasi dengan Kecerdasan artinya mengatur dan menyelenggarakan demokrasi menurut undang undang dasar republik indonesia tahun 1945 dengan kekuatan naluri , kekuatan otot atau kekuatan massa semata mata .
3.Demokrasi yang berkedaulatan Rakyat artinya kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat secara prinsip rakyatlah yang memegang kedaulatan itu.
4.Demokrasi dengan Rule of Low hal ini mempunyai 4 makna yaitu yang pertama kekuasaan indonesia harus mengandung, melindungi, serta mengembangkan kebenaranhukum (legal truth) kedua kekuasaan negara memberikan keadilan hukum bukan demokrasi yang terbatas pada keadilan dan pura pura. Ketiga kekuasaan negara itu menjamin kepastian hukum . keempat kekuasaan negara mengembangkan manfaat atau kepentingan hukum seperti kedamaaian dan pembangunan.
5.Demokrasi dengan Pembagian Kekuasaan Negara artinya demokrasi menurut undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 bukan saja mengakui kekuasaan negara indonesia yang tak terbatas melainkan juga demikrasi dikuatkan dengan pemisahaan kekuasaan negara dan diserahkan kepada badan badan negara yang bertanggung jawab
6.Demokrasi dengan HAM
7.Demokrasi dengan Pengadilan yang Merdeka
8.Demokrasi dengan Otonomi Daerah
9.Demokrasi dengan Kemakmuran
10.Demokrasi yang Berkeadilan Sosial
(Achmad Sanusi, 1993)

Senin, 04 November 2013

RELASI DAN FUNGSI

RELASI DAN FUNGSI
  • Pengertian relasi dan fungsi 
  • Menentukan daerah asal (domain),daerah kawan (kodomain),dan daerah hasil (range)
  • Menguraikan jenis jenis fungsi

    A.Pengertian Relasi
    Relasi dari  2 himpunan A dan B adalah pemasangan anggota anggota A dengan B.
     -Contoh : Jika A { Bandung , surabaya , medan}
                    Jika B  {Jabar , jatim , sumut }
    -Bandung adalah obukota provinsi jabar, surabaya adalah ibukota provinsi sumut jadi relasi antara himpunan A ke B adalah " Ibukota Provinsi"

    Dari Diagram panah tersebut manakah yang menunjukan relasi R = {(x,y) I x € A dan y € B , yaitu..
    a.       Relasi F = {(1,0), (1,1), (1,2), (1,3)}
    b.      Relasi F = {(0,1), (1,1), (2,1), (3,1)}
    c.       Relasi F = {(1,3), (1,2), (1,1), (1,0)}
    d.      Relasi F = {(0,1), (2,1), (3,1),}
    Jawabannya adalah b. Relasi F = {(0,1), (1,1), (2,1), (3,1)}

Jumat, 13 September 2013

Cara mengganti background web HTML

Kalau sebelumnya kita menggunakan atribut background dan bgcolor dalam pelajaran HTML tentang Background HTML, sekarang kita akan belajar membuat latar belakang atau background tersebut dengan menggunakan atribut style.
Untuk membuat background dengan warna di gunakan properti background-color.
Membuat background di halaman website dengan warna:
<body style="background-color:yellow">...</body>
Contoh di dalam dokumen HTML:
<html>
<head></head>
<body style="background-color:yellow">
<h1>Contoh membuat background warna dengan atribut style background-color.</h1>
</body></html>
Hasil: lihat Preview
Contoh background di dalam tag HTML:
<p style="background-color:aqua">Paragraf dengan background aqua</p>
Hasil:
Paragraf dengan background aqua
Untuk nilai dari properti background-color tersebut kita bisa menggunakan kode RGB, Hexadecimal maupun Nama Warna.
<p style="background-color:rgb(127,255,212)">Warna background menggunakan kode RGB</p>
<p style="background-color:#7fffd4">Warna background menggunakan kode Hexadecimal</p>
<p style="background-color:aquamarine">Warna background menggunakan Nama Warna</p>
Hasil dari ketiga kode HTML diatas akan sama:
Warna background menggunakan kode RGB
Warna background menggunakan kode Hexadecimal
Warna background menggunakan Nama Warna
Klik link berikut untuk melihat kode hexadecimal dan nama warna, untuk RGB dapat menggunakan tool kode warna RGB.
Untuk membuat background dengan gambar di gunakan properti background-image.
Membuat background dengan gambar di dokumen HTML:
<body style="background-image:url(lokasi dan nama gambar)">...</body>
background
Sebagai contoh kita akan menggunakan gambar di samping (background.jpg) untuk membuat background di dokumen HTML, ukuran gambar tersebut adalah 100px X 100px :
<html>
<head></head>
<body style="background-image:url(background.jpg)">
<h1>Contoh membuat background gambar dengan atribut style background-image.</h1>
</body></html>
Hasil: lihat Preview
Maka secara otomatis browser akan mengisi penuh halaman website dengan gambar tersebut secara berulang (repeat) baik secara vertikal maupun horizontal.
Dengan adanya pengulangan ini maka dengan gambar ukuran 1 x 2px, hanya 2 titik (pixel) yaitu putih dan abu-abu kita dapat membuat background seperti berikut.
Hasil: Lihat Preview
Untuk pengaturan pengulangan tersebut dapat menggunakan properti background-repeat dengan nilai atau value: no-repeat, repeat, repeat-x dan repeat-y.
Contoh jika kita ingin membuat pengulangan secara horizontal maka kita dapat menambah kode repeat-x ke dalam contoh diatas:
<body style="background-image:url(background.jpg);background-repeat:repeat-x;">...<body>
Hasil: lihat Preview
Sedangkan untuk pengulangan secara vertikal kita tambahkan kode repeat-y:
<body style="background-image:url(background.jpg);background-repeat:repeat-y;">...<body>
Hasil: lihat Preview
Anda bisa melakukan latihan selanjutnya dengan mengganti gambar dan nilainya.
Untuk memposisikan background digunakan properti background-position dengan value top=atas, right=kanan, bottom=bawah left=kiri dan center=tengah atau dengan nilai x dan y.
Sebagai contoh kita akan menggunakan gambar berikut yang berukuran 800px X 1px dengan nama bg-example.png.
bg-example
Kita akan membuat agar gambar tersebut berada tepat ditengah dokumen dengan pengulangan (repeated) secara vertikal.
<body style="background-color:#000;background-image:url(bg-example.png);background-repeat:repeat-y;background-position:center;">

Minggu, 17 Maret 2013

cara membuat CD iteraktif

Cara Asyik Membuat CD Interaktif
CD interaktif merupakan salah satu hasil implementasi dari MULTIMEDIA dimana terdapat hampir semua konten multimedia yaitu, Gambar,Video,Animasi,Text, pengolahan/editing, serta pemberian navigasi untuk menjalankan CD tersebut. Dengan adanya navigasi, maka orang yang yang menjalankan CD tersebut dapat menelusur ke bagian-bagian yang diinginkan, sehingga materi lebih jelas dan mendalam. Sehingga terjadi interaksi antara orang yang menjalankan CD dengan program dan materi yang ada pada CD tersebut. Beberapa kegunaannya antara lain: company profile, gambaran sebuah proyek, CD materi pembelajaran, dan sebagainya.
Tahapan materi yang harus dipelajari adalah
- Camtasia studio (pengambilan objek gambar dan video /capturing)
- Adobe Photoshop (editing image/gambar)
- SwishMAX (animasi gambar dan teks dengan progam instan)
- Macromedia Flash (animasi gambar dan teks tingkat lanjut dengan action script)
- Pembuatan proyek CD pembelajaran, profil daerah, perusahaan dll.
Dan pada kali ini yang kita pelajari adalah design menggunakan aplikasi macromedia flash 8
Tahapan pembuatan dapat dibagi menjadi :
Menyiapkan gambar baground
Mengimport gambar baground & icon
Membuat Scene
Design Menu Utama
Menconvert icon menjadi tombol
Membuat Animasi Tombol
Membuat Menu Video
Memasukkan Video
Membuat navigasi tombol dengan action scrip
Publishing
Membuat Autorun
1. Membuat Design Baground Menu utama CD tutorial Pembelajaran
Buat sebuah dokumen baru pada Photoshop dengan ukuran width 1024px dan height 768px dan resolusi 72 px/inch, karena resolusi ini cocok untuk semua dispaly
Buka file gambar dan masukkan kedalam dokumen tadi dan edit hingga tampak seperti gambar di bawah ini
Kemudian simpan sebagai file web – save for web
Pilih format file PNG, save type Image only karena yang kita butuhkan hanya gambar dan simpan dengan nama BG,
3
Buatlah sebuah folder dengan nama media interaktif tempat file-file yang akan diperlukan nanti
Kita sudah mempunyai satu gambar baground. .tutup aplikasi photoshopnya.
Selanjutnya ambil gambar icon-icon dari internet dengan menggunakan fasilitas mesin pencari icon bernama iconfinder,maka kita akan dengan mudah mendapatkan icon dengan cepat.
Icon yang akan kita pakai
Simpan icon kedalam folder media interaktif
2. Mengimport Baground dan icon ( tombol )
Sekarang saatnya kita membuat menu utama
Pertama buka aplikasi flash
4
Pilih flash document Lalu atur document propertiesnya dengan dimensions sesuai ukuran baground yang kita buat di photoshop yaitu 1024px X 768px
Tekan tombol Ctrl + 2 untuk mengatur tampilan
Setelah itu masukkan gambar yang sudah kita buat tadi dengan cara mengimportnya kedalam library lalu drag ke dalam stage sehingga tampak seperti gambar dibawah ini
Klik file – import – import to Library kemudian drag ke dalam stage
5
Lalu dengan cara yang sama, import icon-icon yang diperlukan ke dalam library
Secara otomatis kita akan mendapatkan scene1 dan layer1
Tambahkan 2 scene lagi dengan cara klik insert – Scene
Atau klik tombol “ + “ pada panel Scene
Untuk memunculkan panel scene klik scene klik window – other panels – scene
Rename/ganti nama Scene menjadi sebagai berikut :
Scene 1 = menu utama
Scene 2 = menu video
Scene 3 = menu about
**cara rename cukup double klik pada nama scene yang diinginkan
6
3. Design Menu Utama
Pilih/klik Scene menu utama lalu buat layer baru dengan cara insert – timeline-layer atau klik pada tanda “ + “
Maka pada scene “menu Utama” kita akan mendapatkan 2 layer
Rename / ganti nama layer1 dengan nama Baground dan kunci layer tsb. Dengan cara klik icon yang bergambar “gembok”
Dan layer2 baru rename dengan nama tombol,
kemudian drag icon dari Library ke layer yang bernama tombol untuk kita ubah menjadi tombol untuk pada menu utama ini
7
Atur dan design hingga tampak seperti gambar dibawah ini
4. Meng-convert icon menjadi tombol
Sebelumnya perlu diketahui,bahwa tombol dalam suatu CD interaktif berguna sebagai navigasi untuk menuju ke file atau menu yang diinginkan dan juga sebagai sarana interaksi dari pengguna, oleh karena itu keberadaan tombol sangat vital sekali, tombol bisa berupa icon,gambar maupun teks.
Kali ini yang akan kita jadikan tombol adalah icon-icon yang sudah kita siapkan sebelumnya
Untuk mejadikan gambar icon menjadi tombol,baiklah kita lanjutkan materi diatas…
Yang pasti kita masih berada pada scene menu utama dan pastikan kita telah memilih layer tombol
Klik kanan pada gambar icon yang diinginkan misalnya icon home pilih convert to symbol lalu pada option type behavior-nya pilih Button-pada Registration pilih yang tengah pada Name ketikkan home lalu klik Ok.
8
Lakukan hal yang sama pada gambar icon yang lainnya dan beri nama masing-masing :
Movie, about, close
5. Membuat Animasi Pada Tombol (Rolover)
Untuk membuat animasi pada tombol dengan cara klik dua kali pada tombol yang diinginkan, misalnya pada tombol home maka akan masuk ke bagian dalam dari tombol tersebut
(perhatikan gambar dibawah)
9
Keterangan :
Up : frame keadaan tombol dalam kondisi normal (stand by)
Over : frame keadaan tombol dalam kondisi dilewati oleh pointer mouse
Down : frame keadaan tombol dalam kondisi ditekan
Hit : area tekan tombol
Berdasarkan keterangan diatas kita akan membuat tombol ini menjadi besar ketika dilewati mouse
Klik kanan pada frame over lalu masukkan keyframe, atau tekan F6,kemudian besarkan gambar dari tombol home menggunakan Tool Free Transform Tool
Selanjutnya pada frame down lakukan hal yang sama tapi gambar tombol home-nya dikecilkan
Setelah semua selesai, untuk kembali ke stage utama klik tanda panah di sebelah menu utama
Lakukan hal yang sama pada tombol-tombol yang lainnya.
10
6. Membuat Menu Video
Selanjutnya kita membuat menu video, yang didalamnya akan berisi video-video tutorial.
Kita mulai aja.
Klik/pilih scene video,akan tampak stage baru yang masih kosong,karena belum di isi apa-apa
Lakukan hal yang sama seperti kita membuat menu utama Cuma bedanya kita tambahkan 2 buah layer didalamnya kita mulai aja : drag gambar baground, lalu tambahkan layer tombol dan satu buah layer lagi rename dengan nama isi
11
Masukkan tombol-tombol yang diperlukan ke dalam layer tombol
7. Memasukkan Video
Untuk memasukkan video kedalam stage, terlebih dahulu harus diketahui hal-hal sebagai berikut :
- File video harus berada dalam folder utama (folder media interaktif)
- File video harus ber ekstensi .flv (bisa di convert menggunakan format factory)
Semisal kita ingin memasukkan video interaktif tiga macam maka sebelum memasukkan file video, terlebih dahulu kita buat 4 buah keyframe pada layer isi
Caranya : klik layer isi, pada frame ke 4 masukkan frame dengan cara klik kanan pada frame ke 4 lalu insert frame, atau dengan menekan tombol F5
12
Kemudian double klik pada frame 2 pada layer isi, lalu klik kanan dan pilih convert to blank keyframes maka layer isi akan terisi 4 buah blank keyframe yang nantinya satu persatu framenya akan kita isi dengan video tutorial
Sekarang saatnya kita import video tutorial yang telah kita siapkan sebelumnya
Sebelumnya klik frame ke 2 dari layer isi yang akan diisi dengan video pertama
Sengaja langsung kita isi yang frame kedua karena untuk frame pertama nantinya kita bisa masukkan teks ucapan selamat datang
13
Berikut langkah Mengimport video :
Klik file – import – import video
Pada jendela select video klik tombol browse… Pilih file video yang diperlukan, lalu klik Open
Pada menu selanjutnya klik next…dan next lagi…
Pada menu pilihan skin…anda juga bisa next aja……terakhir klik finish
14
Terakhir biasanya flash meminta kita harus menyimpan file flash ini, ketik aja nama yang anda inginkan lalu klik tombol save..
Dengan cara yang sama, Import semua file video yang diperlukan.
Misalnya :
Frame 1 = kosong
Frame 2 = video 1
Frame 3 = video 2
Frame 4 = video 3
Selanjutnya pada layer baground dan layer tombol berilah farme pada posisi no 5 seperti yang pada layer isi jangan keyframe tapi cukup insert frame aja
15
Tanda bahwa setiap frame sudah berisi movie bisa dilihat dengan mengklik tiap-tiap frame
Setelah semua frame terisi dengan film yg sesuai, atur ukuran file video tersebut sehingga penempatannya sesuai dengaan ukuran yang kalian harapkan. Agar setiap frame sama ukuran dan penempatannya kita bisa menggunakan fasilitas ONION Skin
Setelah semua selesai tertata kita harus memberikan action script pada masing-masing frame yang berisi video tersebut, dengan cara pilih frame 1 klik kanan pilih action lalu ketikkan script
Stop();
Lakukan hal itu pada frame 1,2,3 dan 4 pada layer isi
16
Kemudia pada frame 1 (frame pertama) dengan menggunakan text tool ketikkan teks “selamat datang di media interaktif “
Dan tambahkan nama – nama tombol movie, pada layer tombol sehingga hasilnya seperti gambar dibawah
Lakukan hal yang sama pada scene menu utama sehingga hasilnya seperti dibawah ini
Untuk Scene menu about tentunya anda juga bisa design sendiri sesuai selera masing-masing
17
8. Membuat Navigasi Tombol dengan Action Script
Selanjutnya memberikan action script pada tombol dan beberapa frame
Kita mulai dari scene yang pertama : scene menu utama
Klik scene menu utama, buka lock pada layer baground, kemudian klik kanan pada frame pertama layer baground pilih action, dan ketikkan :
Stop();
*// maksudnya begitu dijalankan maka akan berhenti pada scene menu utama
Selanjutnya kita atur navigasi pada tombol di scene menu utama yang pertama kita pilih tombol movie, klik kanan pada tombol movie – pilih action lalu ketikkan action berikut
18
on (release) {
gotoAndPlay (“menu movie”,1);
}
*// maksudnya ketika tombol di release(ditekan) maka akan pergi menuju ke scene menu video,frame ke 1
Kemudian kita atur navigasi dari tombol “about”
Klik kanan tombol about, pilih Action lalu ketikkan :
on (release) {
gotoAndPlay (“menu about”,1);
}
*// maksudnya ketika tombol di release(ditekan) maka akan pergi menuju ke scene menu about di,frame ke 1
19
Dan untuk action script pada tombol close, ketikkan script berikut :
on (release) {
fscommand(“quit”);
}
*// maksudnya ketika tombol di release(ditekan) maka akan menjalankan perintah keluar dari aplikasi
Selanjutnya kita beralih pada scene menu video : langkahnya sama, kita pilih satu tombol video yang atas trus kita beri action sebagai berikut :
on (release) {
gotoAndStop(2);
}
*// maksudnya ketika tombol di release(ditekan) maka akan pergi ke ,frame ke 2 (menjalankan video yang berada pada frame2
berikutnya dengan langkah yang sama, kita pilih satu tombol video yang tengah trus kita beri action sebagai berikut :
on (release) {
gotoAndStop(3);
}
*// maksudnya ketika tombol di release(ditekan) maka akan pergi ke ,frame ke 3 (menjalankan video yang berada pada frame3
20
Demikian juga dengan langkah yang sama, klik tombol video yang bawah dan beri action sebagai berikut :
on (release) {
gotoAndStop(4);
}
*// maksudnya ketika tombol di release(ditekan) maka akan pergi ke ,frame ke 3 (menjalankan video yang berada pada frame4
**// Untuk tombol home dan close tentunya anda bisa memberikan action script seperti contoh di atas tadi karena perintahnya sama
Dan selanjutnya pilih scene about, dan karena tombolnya sama dengan tombol pada menu utama maka action scriptnya juga sama dengan menu utama……
Hanya saja jangan lupa pada frame pertama pada layer baground harus diberikan script :
Stop();
Dan pada tombol home : berikan script
on (release) {
gotoAndPlay (“menu utama”,1);
}
Setelah semua selesai jalankan dengan menekan tombol Ctrl+Enter
21
9. Publishing
Untuk menjadikan file flash ini bisa berjalan tanpa aplikasi flash ini maka kita harus menjadikan file ini ber ekstensi .exe
Caranya :
Klik file – Publish setting – lalu pada jendela yang muncul, centang pada windows Projector – lalu publish
10. Membuat File Autorun
Buka aplikasi notepad, lalu ketikkan
[autorun]
Open=ahmad.exe
Kemudia save dengan nama ( autorun.inf) save kedalam folder media interaktif
Blok semua file lalu burning semua dengan aplikasi pembakar CD..
selesai
About these ads